Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Konsumsi Jus Apel Dapat Obati Asma

Ini mungkin menjadi berita yang cukup menggembirakan bagi anda yang bermasalah dengan penyakit asma. Walaupun ilmu kedokteran saat ini sudah berkembang sedemikian rupa, dimana penyakit asma sudah kurang menjadi sesuatu yang sangat mengkhawatirkan lagi, namun tetap saja ini menjadi sesuatu yang sangat bermanfaat.

obati asma dengan konsumsi jus apel

Studi terbaru berhasil menunjukkan bahwa seorang anak yang mengkonsumsi jus apel setiap hari secara rutin memiliki resiko sangat rendah terkena gangguan pernafasan dibandingkan anak yang hanya mengkonsumsi jus apel sebulan sekali. Selain itu, penelitian lain juga menunjukkan anak yang dilahirkan dari seorang ibu yang gemar mengkonsumsi apel setiap harinya memiliki resiko yang lebih rendah untuk terkena asma, dibandingkan ibu hamil yang tidak atau jarang sekali mengkonsumsi jus apel.


So, bagi para ibu, jangan lupa untuk menyiapkan segelas jus apel setiap pagi ke anak anda yang memiliki resiko penyakit asma. Atau bagi anda para wanita yang saat ini sedang hamil, pertimbangkanlah untuk memasukkan buah apel dalam daftar menu diet anda sehari-hari.

Tiongkok Dan Filipina Melirik Pisang Asal Subang

Jakarta - PT. Perkebunan Nusantara VIII (PTPN) (Persero) yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang perkebunan, telah melakukan ekspor pisang mas kirana ke Singapura. Buah pisang yang dikembangkan pada lahan perkebunan di daerah Subang-Jawa Barat tersebut sangat disukai para konsumen di Singapura.

buah pisang subang dilirik tiongkok dan filipina

"Mereka minta terus rata-rata 2 kontainer setiap minggu. Kita lebih melihat reaksi pasar yang dulu. Ternyata di dunia internasional respons baik. Mutu pisang kita baik," kata Dadi Sunardi, Direktur Utama PTPN VIII, selasa (13/5). Kesuksesan buah pisang dari perkebunan buah milik PTPN VIII di pasar Singapura ini membuatnya kemudian dilirik oleh distributor asal Filipina dan Tiongkok.


"Ada permintaan Tiongkok dan permintaan Filipina. Mereka penghasil pisang, tapi mereka minta dari kita karena baru terkena bencana," kata Dadi. Untuk ekspor ke Tiongkok dan Filipina ini sebenarnya masih dalam tahap penjajakan. Menurutnya, prioritas utama adalah untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu. Jika kebutuhan domestik dapat terpenuhi, maka selanjutnya dapat melakukan ekspor pisang ke luar.

"Kita meningkatkan mulai September. September, produksi sudah di atas 800.000 kg - 1.000.000 kg. Kebutuhan dalam negeri 60% dan ekspor 40%. Dalam negeri ke Jawa Barat, Banten hingga Jakarta," jelasnya lagi.

Program pengembangan buah-buahan tropis ini sendiri sebenarnya merupakan bagian dari revolusi oranye yang didorong oleh Dahlan Iskan (Menteri BUMN). Saat ini berbagai jenis buah tropis tengah dikembangkan oleh PTPN VIII, baik yang berusia pendek maupun panjang. Buah-buahan tersebut antara lain adalah pisang, pepaya, durian, manggis, alpukat hingga buah naga. "Pisang, manggis, durian. Kita juga kembangkan jambu citra, buah naga, kemudian alpukat," pungkasnya. (MB)
Sumber: Medan Bisnis


Amankah Buah Pepaya Bagi Ibu Hamil?

Ibu-ibu yang sedang hamil muda seringkali diingatkan agar tidak mengkonsumsi buah pepaya. Alasannya adalah karena buah pepaya bisa memicu terjadinya keguguran. Namun apakah hal ini benar adanya? Deepshikha Agarwal, seorang Ahli Diet dan Nutrisi Olahraga, mengatakan bahwa idealnya ibu hamil harus makan lima porsi buah per-harinya selama kehamilan.

"Apakah itu makanan yang kaya antioksidan seperti buah melon, stroberi, anggur, dan jeruk yang kaya Vitamin C yang membantu dalam penyerapan zat besi dan apel yang bisa membantu meringankan sembelit pada ibu hamil," kata Deepshika.

amankah ibu hamil mengkonsumsi buah pepaya?

Sementara itu, Debjani Arora yang merupakan editor dari Health.India mengatakan bahwa buah pepaya yang sudah matang cukup aman bagi ibu hamil, dikutip Jum’at (16/5/2014). Buah pepaya matang adalah sumber akan vitamin C dan E, juga memiliki kandungan serat dan asam folat. "Makan pepaya selama kehamilan aman asalkan benar-benar matang," kata Arora.


Arora menambahkan bahwa yang harus dihindari oleh ibu hamil adalah mengkonsumsi buah pepaya muda (mengkal), dalam bentuk apapun. Buah pepaya yang masih muda mengandung zat lateks yang sangat berbahaya bagi kehamilan, jadi memang harus dihindari ibu hamil. "Jadi sebaiknya jauhi pepaya mentah, bahkan yang semi matang selama kehamilan. Selain itu, maka aman apabila buah pepaya sepenuhnya sudah matang selama kehamilan, tapi tetap harus dimoderasi," imbuhnya.

Senada dengan yang dijelaskan tadi, Situs WebMD juga mengungkapkan, bahwa mengkonsumsi buah pepaya muda harus  dihindari oleh wanita yang sedang menginginkan kehamilan atau berusaha untuk hamil. Pepaya muda mengandung zat lateks yang bisa menyebabkan terjdinya kontraksi rahim. Penelitian menunjukkan bahwa lateks dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan kontraksi uterus pada wanita. Hal ini juga bisa mengakibatkan keguguran.

Enzim pepaya yang disebut dengan papain atau sayuran pepsin memang dapat membantu menenangkan pencernaan. Dan enzim ini ditemukan pada lateks buah pepaya. Getah pepaya sendiri dapat bertindak layaknya prostaglandin dan oksitosin, obat yang umum dipakai untuk memulai atau memperkuat kontraksi persalinan.

Sementara pada buah pepaya matang, walaupun tidak dianggap sebagai masalah, namun belum diketahui secara pasti apakah buah pepaya benar-benar aman untuk dikonsumsi selama kehamilan.
Sumber: liputan6.com


2 Kabupaten di Sulawesi Barat Kembangkan Jeruk Manis

Mamuju – Untuk menopang perekonomian di sektor pertanian, saat ini dua kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat tengah mengembangkan tanaman jeruk manis. Dua kabupaten tersebut adalah Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Mamuju Utara.

kebun jeruk manis di mamuju sulawesi barat

“Dua kabupaten di Sulbar mengembangkan tanaman jeruk untuk meningkatkan ekonomi dari sektor pertanian,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulbar, Ir. Muhammad Abduh, di Mamuju.

"Di dua wilayah itu (Mamuju dan Mamuju Utara), produksi jeruk mencapai 70 ribu ton per tahun dan produksinya akan terus dikembangkan agar terus mengalami peningkatan," katanya lagi.


Menurut Muhammad Abduh, saat ini di Kabupaten Mamasa juga tengah dikembangkan tanaman buah manggis dengan produksi mencapai 80 ribu ton, karena daerah itu sangat cocok untuk mengembangkan tanaman manggis. Selain itu, udara di Kabupaten Mamasa yang dingin karena berada di atas pegunungan, membuatnya juga cocok untuk ditanami terong belanda.

Masih menurutnya, selain mengembangkan jeruk manis, Kabupaten Mamuju rupanya juga sedang berusaha mengembangkan buah durian dengan produksi 3,987 ton. Jenis durian yang dikembangkan di Mamuju adalah jenis durian Karo.

"Pembagian wilayah di Sulbar dalam rangka mengembangkan tanaman buah-buahan karena sektor tanaman itu juga diharapkan menopang ekonomi Sulbar agar dapat meningkat dari sektor pertanian," pungkas Abduh.
Sumber : ANTARA News



RI Berpeluang Menjadi Pemasok Buah Tropis Terbesar

Jakarta – Selama ini Indonesia dikenal sebagai produsen kelapa sawit terbesar di dunia. Namun dikatakan hal ini juga bisa terjadi untuk komoditas buah-buahan tropis yang kita miliki seperti pisang, manggis, mangga, salak dan yang lainnya.

"Mungkin, why not. Sangat mungkin. Kita punya lahan yang luas. Kita punya sumberdaya genetik yang sangat beragam," kata Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (PPHP) Kementerian Pertanian, Yusni Emilia Harahap kepada detikFinance di Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (13/5/2014).

aneka buah tropis dari Indonesia

Emilia mengatakan bahwa Indonesia memiliki banyak sekali buah-buahan tropis eksotis, seperti misalnya salak, manggis, durian, nanas, pisang hingga buah pepaya. "Tadi yang disebut termasuk buah komoditi unggulan kita. Tinggal sekarang keberlanjutan, kuantitas, kualitas kita pelihara. Kita nggak bisa menyanggupi besaran pasokan kemudian pasokan berikutnya tersendat. Itu harus disiapkan kebun buah kita," katanya menjelaskan.


Saat ini Indonesia sudah mulai mengarah ke model perkebunan buah modern. Dan sebagai tambahan informasi, ternyata produk buah asal Indonesia sudah dijual ke beberapa negara tetangga, seperti Singapura, Jepang, Australia, Selandia Baru, bahkan hingga ke Timur Tengah.

"Jepang, Australia, Selandia Baru, Timur Tengah, dan Eropa kita pemasok," kata Emilia.

Untuk dapat menjadi produsen buah-buahan tropis terbesar di dunia, Emilia mengaku jika Indonesia haruslah bekerja lebih keras. Mulai dari menciptakan lahan baru, menarik investor, hingga membuat lembaga pengembangan buah.

"Kita sudah perkuat dengan sistem jaminan mutu. Packaging house sehingga betul-betul bisa memenuhi standar dari negara tujuan ekspor. Tetapi kadang-kadang ada masalah. Itu biasa. Yang kita hadapi waktu ekspor perdana manggis ke Selandia Baru. Ternyata ditemukan sejenis serangga," pungkasnya.
Sumber : detikFinance


Apel Dengan Antioksidan Tinggi Sedang Dikembangkan

Beberapa artikel yang telah dimuat dalam blog Manfaat Buah ini tentu sudah cukup menjelaskan kepada anda mengenai berbagai manfaat buah apel. Namun begitu, ini mungkin dapat menjadi sebuah kabar yang cukup penting untuk diketahui. Saat ini para peneliti tengah menyusun standar tentang seberapa baik khasiat apel dalam satu hari bagi tubuh kita, dengan fokus pada pengembangan varietas buah apel baru yang memiliki tingkat flavonoid lebih tinggi.

pengembangan buah apel dengan antioksidan tinggi

Seperti yang telah dijelaskan dalam banyak artikel di blog ini, flavonoid adalah senyawa yang ditemukan di berbagai varietas buah dan sayur, yang mana memiliki fungsi berbeda dalam pertumbuhan tanaman, dan sekaligus mengandung antioksidan tinggi. Peneliti pangan dari Universitas Australia Barat dan Departemen Agrikultur, Michael Consodine, sedang memimpin tim yang bertugas meneliti manfaat buah apel untuk kesehatan.


Dr. Michael menjelaskan, tak seperti makanan yang telah diproses, apel dan buah lain tidak memiliki manfaat nutrisi yang tertulis pada label buah. “Yoghurt bernutrisi atau bahkan sebatang cemilan sereal akan menulis manfaat kesehatan yang dimilikinya, tapi industri pangan pada khususnya, tak bisa memanfaatkan kandungan kesehatan dari apel dan buah-buahan lainnya,” tambahnya.

Ia menuturkan, penelitiannya difokuskan pada dua senyawa kunci dari flavonoid.

“Senyawa-senyawa khusus yang menarik perhatian kami telah dipelajari dalam kandungan kimia tunggal atau aplikasi farmasi sejenis obat. Kami mencari tipe flavonoid khusus yang terdapat pada apel dengan manfaat kesehatan kardiovaskular,” imbuhnya.

Direktur Eksekutif Departemen Agrikultur dan Pangan Australia barat, Terry Hill, mengatakan, para koordinator Program Pembiakan Apel Nasional akan menggunakan penelitian ini untuk menciptakan varietas baru dari apel dengan manfaat kesehatan yang superior.

Ia mengutarakan, para konsumen kini memiliki tuntutan untuk mengetahui kandungan apa yang mereka dapatkan dari makanan. Terry menambahkan, para konsumen sedang keranjingan berbelanja makanan-makanan yang tergolong ‘super’ seperti goji berries dan blueberries.

“Para konsumen mengindikasikan makanan super tersebut dengan perilaku berbelanja, mereka mencari sesuatu yang lebih pada buah dan sayuran mereka,” ujar Terry.

Berikutnya baca:



Buah Lokal Menjadi Raja di Pasar Banyuwangi

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, tidak bisa menutupi kegembiraannya saat mengunjungi pasar tradisional kota Banyuwangi seusai menjadi inspektur upacara Hari Kebangkitan Nasional. Orang nomor satu di kota Bayuwangi ini senang melihat buah lokal telah merajai peredaran buah di pasar tersebut.

"Lihat ini buah lokal dominan. Ada manggis, semangka, jeruk, salak, semuanya produksi Banyuwangi ini," kata Anas kepada Dandim 0825 Banyuwangi, Letnan Kolonel Czi Arief Novianto yang juga tampak sedang membeli buah manggis, jeruk dan sejumlah sayuran di Pasar Banyuwangi, Selasa (20/5/2014).

kebun jeruk di kabupaten banyuwangi

Didampingi sang istri dan Forpimda, Bupati Anas terlihat masih berpakaian jas lengkap. Ini lantaran sang Bupati dan sejumlah pejabat langsung berangkat ke pasar tersebut setelah mengikuti upacara di Taman Blambangan yang berjarak hanya 200 meter dari Pasar Banyuwangi. Dengan merajalelanya buah lokal, sang Bupati mengatakan bahwa ini akan semakin membuka pasar bagi para petani. Hal ini juga menjadi tanda bahwa gerakan cinta buah lokal yang digalang Pemkab Banyuwangi sukses dan memperoleh sambutan luas.


"Dengan masuk pasar pakai jas, saya ingin menyampaikan pesan bahwa berbelanja di pasar tradisional itu keren dan nyaman. Tidak perlu bangunan mewah, yang penting pasarnya bersih. Saya ingin semua orang tidak sok gengsi, malu ke pasar. Justru belanja ke pasar tradisional itu keren," tambahnya lagi.

Untuk semakin meningkatkan pendapatan para petani buah lokal seperti petani buah naga, jeruk, dan manggis, pemkab tengah membuat desain kemasan yang terlihat menarik. Mulai stiker hingga kardus-kardus kecil disiapkan agar buah lokal terlihat semakin berkelas dan layak dijadikan oleh-oleh atau buah tangan.

"Selain buah-buahannya dikirim keluar kota, upaya ini bisa disebut jemput bola. Dengan kemasan menarik itu kan bisa menambah daya jual, penghasilan pun bertambah," sambung bupati yang dalam setahun terakhir ini banyak menerima penghargaan.

Produksi sejumlah komoditas buah di Banyuwangi memang terus meningkat. Semangka, misalnya, naik dari 28.316 ton pada 2012 menjadi 47.366 ton. Melon naik dari 13.932 ton (2012) menjadi 17.430 ton (2013). Manggis melejit dari 8.651 ton (2012) menjadi 20.199 ton (2013). Jeruk siam melesat dari 134.890 ton (2012) menjadi 222.804 ton (2013). Adapun buah naga meningkat dari 12.936 ton (2012) menjadi 16.631 ton (2013).

"Kita budayakan cinta buah lokal. Ada surat edaran untuk melarang penyajian buah lokal di acara resmi pemerintahan mulai RT, desa, kecamatan, sampai kabupaten. Tapi yang lebih penting adalah bagaimana kesadaran masyarakat tumbuh untuk cinta buah lokal, karena muaranya ini adalah menyejahterakan bangsa sendiri," pungkasnya. (MB)


Ekspor Perdana Manggis RI ke New Zealand Mengandung Serangga

Jakarta – Sebagai tempat asal  buah manggis, produksi buah manggis Indonesia juga bisa dinikmati oleh konsumen global, dimana baru-baru ini juga berhasil menembus pasar Selandia Baru. Walaupun saat ekspor perdana pada awal April lalu buah manggis Indonesia diketahui mengandung serangga, namun konsumen disana lebih menyukai buah manggis asal negara kita. Setelah diperiksa otoritas Selandia Baru, buah manggis Indonesia harus melakukan proses fumigasi untuk memenuhi standar kualitas negara tersebut.

ekspor buah manggis indonesia ke new zealand

"Tetapi kadang-kadang ada masalah. Itu biasa. Kita hadapai waktu ekspor perdana manggis ke Selandia Baru. Ternyata ditemukan sejenis serangga sehingga harus difumigasi," kata Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (PPHP) Kementan, Yusni Emilia Harahap di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta.

Hal ini membuat harus ada biaya tambahan yang dikeluarkan untuk proses fumigasi tersebut agar produk manggis Indonesia bisa masuk ke pasar Selandia Baru.


"Kalau difumigasi berarti ada biaya. Harusnya kalau itu semua aman, kemarin nggak ada terjadi seperti itu. Nggak sampai ada treatment itu. Ternyata perlakuan fumigasi cukup mahal," tambahnya.
Setelah melalui proses yang ditentukan otoritas Selandia Baru, manggis Indonesia berhasil masuk ke negeri tetangga Australia tersebut. Dan ternyata buah manggis asal Indonesia sangat dinikmati para konsumen di Selandia Baru.

"Seperti manggis di Selandia Baru pada awal Mei. Meski ada manggis Thailand yang masuk tetapi konsumen di sana menyukai tekstur rasa manggis Indonesia," papar Yusni.

Ekspor buah manggis ke Selandia Baru ini adalah tahap pertama dalam mempromosikan buah-buahan tropis khas Indonesia. Dan belajar dari masalah serangga tersebut, proses pengiriman berikutnya akan dilakukan dengan surpervisi yang lebih ketat lagi.

"Pada tahap awal promosi untuk tes pasar di beberapa supermarket terkemuka. Sambutan konsumen dan distributor positif tapi tentu jangan sampai berulang masalah yang lalu tersebut," pungkasnya. (MB)
Sumber: Medan Bisnis


Produk Lokal Harus Diproteksi Oleh Pemda

Sudah seharusnya pemerintah daerah (Pemda) memberikan proteksi terhadap produk-produk lokal yang ada di daerahnya masing-masing. Hal ini sangat penting untuk dilakukan guna menciptakan kesejahteraan dan kestabilan perekonomian bagi masyarakat sekitar. Dan upaya tersebut telah dilakukan oleh Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas. Pihaknya melakukan proteksi terhadap produk pangan lokal, khususnya untuk buah-buahan.

proteksi produk-produk lokal harus dilakukan pemda

"Saya ingin mendorong masyarakat untuk mencetak produk Banyuwangi, salah satunya adalah produk pertanian. Di tempat kami, ada manggis, buah naga, durian merah, dan jeruk. Kalau pasarnya tidak diproteksi, petani akan kelimpungan menghadapi pasar," kata sang Bupati.


Masih menurutnya, upaya untuk memproteksi hasil lokal di daerahnya dimulai dari lingkup pemda sendiri. Pihaknya melarang acara-acara pemda menyajikan buah-buah impor. "Salah satu yang bisa kita kerjakan dalam kurun waktu 3 tahun ini, saya larang seluruh PNS, baik acara resmi atau informal, mulai bupati hingga RT/RW, tidak boleh membeli buah impor. Bagi PNS yang mau jenguk orang sakit juga tidak boleh pakai buah impor," tegasnya.

Menurutnya kebijakan tersebut dilakukan semata-mata untuk menghidupkan perekonomian masyarakat. "Kedepan, kalau tidak ada proteksi, (perekonomian) rakyat kita tidak akan bergairah," tambahnya.

Upaya lain yang dikatakan telah dilakukannya untuk menjaga perekonomian rakyat tetap hidup adalah dengan melarang pasar-pasar modern masuk ke wilayahnya. Selain itu, Anas berupaya untuk mengkoneksikan pasar lokal dengan pasar besar, dimana sejumlah produk lokal masyarakat dimasukkan ke dalam pasar-pasar besar. Dengan demikian, masyarakat diharapkan bisa mendapatkan keuntungan yang lebih.
Sumber: suaramerdeka.com


Beberapa Fakta Mengejutkan Mengenai Buah

Anda tentu setuju jika buah-buahan seperti pisang, strawberry, apel, dll adalah buah yang lezat untuk dikonsumsi. Dan berbagai sumber valid yang menjadi rujukan blog Manfaat Buah ini juga mengatakan jika buah-buahan memiliki banyak sekali manfaat bagi kesehatan dan kecantikan tubuh. Namun bila kita berpikir dengan cermat, maka kita akan menemukan beberapa hal yang cukup aneh.

fakta unik seputar buah-buahan

Sebagai contoh, buah sebenarnya adalah indung telur yang bengkak dari tanaman berbunga yang juga mengandung biji-biji. Dan walaupun mereka memiliki banyak nutrisi yang baik seperti serat dan antioksidan, tapi kandungan gizi ini bisa menghilang bila mereka dikonsumsi dalam bentuk atau kombinasi tertentu dengan benda lain.


Biji buah seperti buah ceri atau aprikot misalnya, bisa membunuh manusia karena mengandung cianogenik, sebuah senyawa yang diubah tubuh kita menjadi sianida. Grapefruit bisa menyebabkan reaksi yang mengancam hidup jika dikonsumsi dengan beberapa obat resep, hal ini karena zat-zat kimia di dalam buah bisa mengintervensi penyerapan beberapa obat dalam sistem pencernaan.

Dan jika anda percaya bahwa buah yang anda beli itu masih segar, maka pikirkan lagi. Buah apel yang dijual di supermarket bisa jadi sudah tersimpan di sana selama setahun (khususnya untuk buah impor). Hal ini karena metode penyimpanan di kulkas yang modern membuat buah menjadi awet, dan toko-toko tidak perlu memberitahu berapa lama buah itu disimpan.

Buah juga ahli mengelabui. Contohnya adalah strawberry, buah ini sebenarnya bukanlah keluarga dari buah beri. Hal ini dikarenakan mereka bukan berasal dari satu indung telur, melainkan kumpulan dari banyak indung telur yang saling berdempetan, padahal buah beri didefinisikan demikian. Strawberry sebenarnya adalah bunga yang memiliki banyak ovari.
Sumber: Fox News.


Mengatasi Obesitas Dengan Yogurt Kulit Buah Naga

Tahukah anda jika bukan hanya daging buah naga saja yang bermanfaat? Yah, informasi mengenai cara mengatasi obesitas dengan mengkonsumsi yogurt kulit buah naga ini memang cukup baru dan belum banyak orang yang mengetahuinya. Ternyata, kulit buah naga menyimpan kandungan senyawa antosianin, yaitu salah satu agen antioksidan yang berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol. Namun karena memang tidak banyak orang yang mengetahui khasiat dari kulit buah naga ini, maka pemanfaatannya masih belum maksimal.

Sebelumnya berbagai informasi mengenai buah naga yang telah disajikan dalam blog ini tentu sudah cukup untuk membuat anda paham betapa bermanfaatnya buah tersebut, khususnya bagi kesehatan kita (lihat Manfaat Buah Naga Untuk Kesehatan).

atasi masalah obesitas dengan yogurt kulit buah naga

Berdasarkan fakta tersebut, mahasiswa Fakultas MIPA UNY yaitu Meta Luwitasari dari Prodi Pendidikan IPA, Elfrida Noviana Dewi dari Prodi Pendidikan Matematika, dan Inawati Mulyani, Ummi Hani, serta Najih Sudrajad dari Prodi Pendidikan Biologi, mencoba membuat yogurt dari bahan kulit buah naga yang difungsikan untuk membantu menurunkan berat badan pada mereka yang mengalami masalah obesitas.


Meta Luwitasari mengatakan jika obesitas atau kelebihan berat badan sudah menjadi fenomena yang akrab dalam masyarakat. Banyak faktor yang diketahui menjadi penyebab obesitas tersebut, salah satunya ialah ketidakseimbangan antara kalori yang dikonsumsi dengan kalori yang dikeluarkan.

''Oleh karena itu, untuk mengurangi jumlah limbah kulit dan menambah diversifikasi pangan di Indonesia, kami membuat yogurt dari kulit buah naga,'' katanya, (Senin, 19 Mei 2014).

Selain itu, membuat yoghurt dari kulit buah naga dapat dijadikan sebagai salah satu cara pengawetan kulit buah naga dalam bentuk minuman kaya manfaat. Apa anda juga tertarik untuk mencicipinya? (MB)



Produk Holtikultura Di Jatim Semakin Meningkat

Surabaya - Volume berbagai produk holtikultura impor yang masuk ke wilayah Jawa Timur (Jatim) terus mengalami peningkatan. Hal ini terjadi sejak pemerintah menunjuk wilayah Jatim sebagai salah satu pintu masuk dari produk impor tersebut. Budi Setiawan, selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur, mengatakan bahwa kenaikan paling fantastis terjadi pada impor buah-buahan.

beberapa produk holtikultura impor yang membanjiri Jatim

Sepanjang triwulan I/2014, kenaikan impor buah-buahan mencapai sekitar 107,32%, dari US$ 66,763 juta menjadi US$138,416 juta. Sementara kenaikan impor sayuran mencapai 98,1%, dari US$48,681 juta menjadi US$96,439 juta.


Menurutnya, Pemprov Jatim sendiri sebenarnya kurang setuju dengan dijadikannya Jatim (Pelabuhan Tanjung Perak) sebagai pintu masuk produk impor hortikultura. "Impor itu tidak seluruhnya untuk konsumsi Jatim, sebagian besar justru untuk Jawa Barat dan DKI Jakarta," ujar Budi Setiawan, Sabtu (31/5).

Masih menurut Budi, berbagai jenis buah yang diimpor melalui pelabuhan Tanjung Perak Surabaya diantaranya adalah jeruk, kelengkeng, anggur, pir, apel, durian dan lainnya. Sedangkan komoditas sayur impor diantaranya adalah wortel, paprika, lobak, dan lain sebagainya. Buah dan sayuran itu diimpor dari Amerika Serikat, China, Italia, Thailan, Korea Selatan dan Australia.

Padahal sebagian besar buah dan sayuran impor itu juga bisa ditemukan di dalam negeri. Karena itu, Budi mengatakan seharusnya ada edukasi pasar, yaitu komoditas buah dan sayur lokal justru lebih sehat dan segar. "Hal ini perlu dilakukan karena banyak masyarakat kita yang justru lebih senang mengonsumsi buah impor," pungkasnya.
Sumber: Investor Daily


Para Pemetik Apel Dibayar Rendah Di Australia

Anda mungkin tahu jika Australia adalah salah satu negara penghasil buah apel di dunia. Sangat mudah menemukan apel-apel impor dari negara ini di supermarket-supermarket dan toko-toko buah pinggir jalan di negara kita. Dan tidak sedikit pula orang-orang kita yang tertarik berangkat ke negara tersebut untuk menjadi buruh pemetik apel, apalagi jika bukan karena bayarannya yang dianggap cukup menggiurkan. Tapi bagi anda yang berpikiran sama seperti itu, sebaiknya anda berpikir ulang dan berhitung dengan benar sebelum mengikat kontrak dengan salah satu agen.

pekerja pemetik apel musiman di australia

Tim penilik dari Lembaga Pengawas Ketenagakerjaan Australia atau ‘Fair Work Ombudsman’ telah mengungkap kasus upah tak layak yang diterima para pemetik buah apel musiman di negara bagian Queensland senilai 15.000 dolar.

Para penilik tersebut menginvestigasi sejumlah pengaduan yang dilayangkan 9 pekerja di beberapa unit usaha. Hasilnya, lembaga pengawas tersebut menemukan kasus penyalahgunaan pekerja musiman dalam industri apel dan pir. Lembaga ini juga mengingatkan para produsen dan perusahaan perekrut tenaga kerja akan hukum yang berlaku di Australia.


Mereka menggelar rapat di berbagai kawasan utama perkebunan apel di seluruh Australia dan menerima banyak pengaduan. Mereka menerima bukti-bukti dari para pekerja terkait nominal upah yang mereka terima, yang lantas diketahui hanya separuh dari upah minimum regional atau UMR setempat. Direktur Lembaga Pengawas Ketenagakerjaan Australia, Craig Bildstien, mengatakan, pihaknya seringkali menemukan fakta bahwa para pekerja musiman di kebun apel dieksploitasi.

“Kami berada di kawasan perkebunan di tenggara Queensland bulan lalu, dan menerima banyak pengaduan dari para pekerja kebun apel dan pir di wilayah itu. Kami menemukan bahwa banyak dari para pekerja itu dibayar tak layak dengan ribuan dolar secara kolektif,” ungkapnya.

Lembaga ‘Ombudsman’ itu menahan sebuah rekening bank bernilai 2,7 juta dolar sebagai jaminan pembayaran bagi 9000 tenaga kerja yang kini keberadaannya tak terdeteksi.

Turis internasional dari negara manapun yang pernah bekerja sebagai pemetik musiman di Australia dapat mengecek situs resmi ‘Fair Work Ombudsman’.

Asosiasi Produsen Apel & Pir Australia, ‘Apple and Pear Australia’, berjanji, pihaknya akan bekerjasama dengan lembaga pengawas tersebut untuk mengadakan beberapa pertemuan dengan para produsen serta mengingatkan mereka akan kewajiban-kewajibannya.(MB)
Sumber : abc.net.au

Berikutnya baca:



Artikel mengenai buah apel yang mungkin bermanfaat untuk anda:

Buah Impor Lebih Diminati Di Toba Samosir

Meskipun harganya jauh lebih mahal jika dibandingkan buah lokal, namun karena dianggap memiliki kualitas lebih bagus, buah impor lebih diminati oleh para konsumen di Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Sumatera Utara.

"Jika dibandingkan dengan buah lokal, kualitas buah impor biasanya memang lebih unggul. Dan umumnya konsumen membeli atas pertimbangan kualitas dibandingkan segi kuantitas," ujar Panjaitan, seorang pedagang buah di pasar Balerong, Balige, Senin (2/6).

buah impor yang lebih disukai konsumen

“Padahal selisih harga terpaut cukup jauh,” tambah Panjaitan. Contohnya, harga jeruk impor Rp. 32ribu per kilogram, sedangkan lokal hanya Rp. 24ribu. Apel impor Rp. 35ribu, jenis lokal hanya sekitar Rp. 25ribu.

Khusus untuk apel jenis lokal ini, hampir tidak ada konsumen yang meminati menurutnya. Sehingga para pedagang pun agak jarang menjualnya. "Beberapa jenis buah lokal memang tetap digemari, seperti salak, rambutan, dan mangga. Karena memang tidak pernah didatangkan dari luar negeri," kata Panjaitan.


Pedagang lain di pasar Balige, Sinaga menambahkan, atas pertimbangan kualitas memang konsumen lebih memilih buah impor. Sehingga volume penjualan mereka terhadap buah lokal lebih sedikit dibandingkan buah impor. Untuk memenuhi permintaan pasar, kata Sinaga, dia lebih banyak menjual buah impor dibandingkan buah lokal. Sehingga omset penjualan buah impor lebih besar.

Hal ini senada dengan pengakuan seorang konsumen, Masrina Siahaan, yang mengatakan jika dari segi rasa, buah impor lebih unggul jika dibandingkan dengan buah lokal. Sehingga dia lebih sering membeli jenis impor untuk konsumsi keluarganya. "Meski lebih mahal, saya lebih suka membeli buah impor daripada buah lokal," kata Masrina.

Anggota DPRD Tobasa, Syamsudin Manurung, mengaku merasa miris dengan membanjirnya buah impor di pasar lokal di daerah tersebut. Menurutnya, pihak pemerintah harus melakukan perlindungan maksimal terhadap produksi buah petani lokal. "Membanjirnya buah impor dengan sendirinya telah memukul produksi buah petani lokal," kata Syamsudin.