Lihat Bagaimana "Jalan Pintas" untuk Membuat Pria Terpikat & Ingin Cepat Berkomitmen!

Selengkapnya >>
Tampilkan postingan dengan label Melon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Melon. Tampilkan semua postingan

Alergi Buah Melon

Melon adalah buah yang sangat menyegarkan karena kandungan airnya yang tinggi. Selain itu, manfaat buah melon juga dapat dikatakan cukup istimewa, dan buah ini sangat cocok untuk dijadikan campuran dalam es buah ataupun dimakan langsung sebagai buah pencuci mulut. Berbicara mengenai alergi buah melon, sebenarnya masalah ini jarang sekali terjadi. Namun pada beberapa kasus yang memang tidak banyak, orang-orang yang memiliki alergi terhadap makanan memang perlu mewaspadai kemungkinan mengalami reaksi alergi jika mengkonsumsi melon.

reaksi dan gejala alergi buah melon

Mengenai Alergi Buah

Walaupun prosentasenya sangat kecil, alergi buah dapat terjadi pada mereka yang memiliki alergi terhadap makanan. Biasanya hal ini lebih banyak menimpa pada anak-anak, dimana masalah tersebut dapat berlalu dengan sendirinya seiring dengan beranjaknya usia. Dan reaksi alergi terhadap beberapa jenis buah bisa jadi sangat serius dan berbahaya, karena itu sangat penting bagi anda untuk memahami gejala dan cara memberikan pertolongan pertama untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.


Gejala Alergi Melon

Reaksi dari gejala alergi buah melon dapat terlihat beberapa menit hingga beberapa jam kemudian setelah anda mengkonsumsi buah tersebut. Biasanya gejala pertama yang muncul pada mereka yang memiliki alergi terhadap makanan adalah bibir mati rasa, gatal-gatal, ruam kulit, dan suara menjadi serak. Gejala lain yang mungkin juga dapat terjadi antara lain kram perut, mual, gatal-gatal pada mulut, tenggorokan, mata, atau wajah, hingga mengalami diare. Untuk yang lebih parah, bisa jadi anda juga dapat mengalami sesak napas.

Reaksi Terjadinya Alergi

Secara alami tubuh kita memiliki sistem kekebalan tubuh yang bertugas untuk menjaga dari zat-zat berbahaya yang mungkin masuk atau bersinggungan dengan kita. Namun pada mereka yang memiliki alergi terhadap jenis makanan tertentu, termasuk buah melon, sistem kekebalan tubuh salah dalam mengenali makanan yang masuk sebagai zat berbahaya. Sebagai akibatnya, tubuh akan memproduksi antibodi imunoglobulin E dan melepaskan zat yang disebut dengan histamin. Pada kebanyakan kasus reaksi alergi makanan, zat histamin inilah yang bertanggungjawab atas kemunculan berbagai gejala seperti gatal-gatal, mata merah dan berair, dan bersin-bersin.

Buah Melon Dan Bibir Mati Rasa

Jika mengkonsumsi buah melon menyebabkan bibir anda terasa kebas atau mati rasa, maka kemungkinan besar anda memiliki sindrom alergi oral atau alergi makanan umum. Karena itu, anda perlu melakukan pemeriksaan lanjutan di dokter untuk menentukan penyebab bibir mati rasa ketika mengkonsumsi melon. Sebelumnya anda juga perlu untuk menyiapkan catatan daftar makanan yang menimbulkan reaksi merugikan pada tubuh anda. Karena walaupun sangat jarang terjadi, bibir mati rasa dapat berkembang ke arah pembengkakan, dan ini merupakan tanda dari reaksi alergi yang parah. Lalu seperti sebenarnya kaitan antara buah melon dan bibir mati rasa ini?

buah melon dan bibir mati rasa

Sindrom Alergi Oral

Sindrom alergi oral adalah suatu kondisi yang dapat menyebabkan rasa kesemutan, gatal, atau mati rasa pada bibir, lidah, dan mulut setelah makan buah-buahan tertentu, seperti melon (lihat alergi buah). Kondisi ini biasanya dipicu oleh reaksi alergi terhadap serbuk sari (pollen) dan ini tidaklah sama dengan reaksi alergi makanan pada umumnya. Biasanya sindrom alergi oral ini akan mempengaruhi para penderita asma dan demam hay yang mengkonsumsi buah-buahan atau sayuran segar (mentah). Gejalanya biasanya akan langsung muncul setelah mengkonsumsi buah melon, dan berlangsung tidak lama (dibawah 1 jam). Daerah yang diserang juga terlokalisasi dan tidak mempengaruhi bagian tubuh yang lain.


Serbuk Sari Ragweed

Jika bibir anda mengalami mati rasa setelah mengkonsumsi melon, ada kemungkinan sebenarnya anda memiliki alergi terhadap serbuk sari ragweed. Ragweed adalah semacam rumput-rumputan liar (gulma) yang menghasilkan serbuk sari ketika musim panas (saat melon berbuah dan dipanen). Ketika anda mengkonsumsi buah melon yang terpapar serbuk sari ragweed, sistem kekebalan tubuh mengindentifikasi protein dalam buah sebagai serbuk sari ragweed. Inilah yang kemudian memunculkan reaksi kimia lokal yang menyebabkan mati rasa pada bibir, mulut, dan tenggorokan anda. Buah-buahan lain yang diketahui dapat menimbulkan reaksi yang serupa antara lain adalah semangka, blewah, ketimun, dan pisang.

Pengobatan dan Pencegahan Alergi Melon

Pengobatan sindrom alergi oral ini antara lain adalah melalui pencegahan dengan menghindari buah melon atau memasaknya terlebih dahulu sebelum dimakan, atau bisa juga dengan mengikuti imunoterapi sublingual. Memasak buah melon akan membuat struktur protein dalam buah berubah, dan ini dapat mencegah munculnya gejala reaksi. Sedangkan pengobatan imunoterapi sublingual adalah dengan menempelkan sedikit zat alergen pada bawah lidah, dan membiarkan sistem kekebalan tubuh dapat membangun toleransi terhadap zat penyebab alergi tersebut.

Hubungan Buah Melon Dengan Gula Darah

Seperti yang telah dijelaskan dalam kandungan nutrisi buah melon, buah ini diketahui memiliki kandungan karbohidrat yang cukup untuk meningkatkan kadar gula darah anda. Berdasarkan aturan umum yang berlaku, setiap makanan dan minuman yang memiliki kandungan karbohidrat diatas 5 gr per-porsinya pasti akan mempengaruhi tingkat gula darah anda. Satu cangkir porsi melon diketahui dapat mengandung hingga 15,5 gr karbohidrat. Dan karbohidrat yang terdapat di dalam buah ini adalah berasal dari kandungan gula (sekitar 14 gr/porsi) dan serat alami (sekitar 1,5 gr/porsi) dalam melon. Hubungan buah melon dengan gula darah akan dijelaskan secara lengkap dibawah ini.

hubungan buah melon dengan gula darah

Karbohidrat Dan Gula Darah

Selama proses pencernaan, gula dan pati akan diubah oleh tubuh menjadi glukosa yang akan memasuki aliran darah, yang pada akhirnya akan meningkatkan kadar gula darah anda. Sedangkan serat tidak dapat dipecah menjadi glukosa dan akan melewati organ pencernaan tanpa tercerna. Saat tubuh anda mencerna buah melon, semua kandungan gula (sukrosa dan fruktosa) akan dipecah menjadi glukosa, yaitu bentuk senyawa gula yang paling sederhana. Molekul-molekul gula sederhana ini akan dengan mudah melewati lapisan usus kecil dan selanjutnya memasuki aliran darah. Inilah yang kemudian akan menyebabkan terjadinya kenaikan tingkat gula darah pada tubuh anda.


Asupan Karbohidrat

Karbohidrat adalah unsur terpenting yang dibutuhkan oleh tubuh sebagai bahan bakar pembentuk energi. Karbohidrat akan memasok tubuh dengan glukosa, yaitu bentuk gula sederhana yang sangat dibutuhkan oleh sel-sel tubuh agar dapat berfungsi dengan baik. Inilah alasan mengapa dari seluruh total kalori yang kita konsumsi, 45% sampai 65% diantaranya harus berasal dari karbohidrat. Jika mengacu pada aturan diet seimbang 2000 kalori, maka tubuh kita memerlukan asupan karbohidrat antara 225 gr hingga 325 gr per-harinya. Dan buah-buahan yang padat karbohidrat selalu menjadi bagian penting dalam pola diet sehat dan seimbang. Secara umum semua orang dewasa perlu untuk mengkonsumsi antara 1,5 hingga 2 cangkir porsi buah setiap harinya.

Peringatan dan Pertimbangan

Walaupun melon dapat memberikan banyak nutrisi penting bagi tubuh, namun buah ini juga akan meningkatkan kadar gula darah anda jauh lebih tinggi daripada jenis buah-buahan lain. Karena itu konsumsilah buah melon secara sewajarnya dan tidak berlebihan. Untuk mengimbanginya, anda juga boleh mengkonsumsi buah lain yang diketahui memiliki kandungan serat yang lebih tinggi secara bersamaan (selang-seling). Beberapa buah yang dianggap baik antara lain adalah jeruk, apel, pir (dengan kulitnya), pisang, dan blueberry.

Vitamin Dalam Buah Melon

Melon adalah buah yang masih berkerabat dekat dengan timun dan blewah. Buah ini dipercaya berasal dari daerah Afrika dan sebagian wilayah di Asia Barat. Seperti yang telah disampaikan dalam kandungan nutrisi buah melon, buah ini diketahui bebas kandungan kolesterol dan lemak, namun merupakan sumber berbagai vitamin penting yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Kandungan vitamin dalam buah melon dan kadar air alaminya yang tinggi membuat buah ini sangat baik untuk menjaga fungsi organ-organ tubuh anda bekerja secara normal dan maksimal.

vitamin dalam buah melon

Vitamin A, C, dan K Dalam Buah Melon

Buah melon mengandung sejumlah kecil vitamin A dan K, yaitu vitamin yang menjaga kesehatan kulit, mata, kuku, dan rambut. Selain itu, vitamin A dan K juga membantu untuk membekukan darah ketika anda terluka. Satu setengah cangkir porsi buah melon diketahui dapat memenuhi kebutuhan harian tubuh akan vitamin C hingga 25%. Vitamin ini sangat penting dan dibutuhkan oleh tubuh untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta menjaga pertumbuhan dan perkembangan tetap normal.


Betakaroten Dalam Melon

Menurut United States Department of Agriculture, hanya dengan mengkonsumsi satu cangkir porsi buah melon anda sudah dapat memasok sekitar 51 mcg betakaroten ke tubuh anda. Betakaroten sendiri adalah salah satu tipe karoten atau provitamin, yang apabila sudah masuk ke tubuh akan dirubah menjadi vitamin A, yang sangat berguna untuk kesehatan mata dan kulit.

Kandungan Folat Buah Melon

Folat adalah jenis vitamin larut air yang juga ditemukan dalam buah melon. Satu cangkir porsi buah melon diketahui akan memasok sekitar 32 mcg folat ke tubuh anda. Folat sendiri sebenarnya adalah keluarga dari kelompok vitamin B yang diperlukan oleh tubuh untuk memproduksi sel-sel baru, termasuk untuk memproduksi sel-sel darah merah.

Vitamin B6, Tiamin, Riboflavin, Niacin, dan Asam Pantotenat

Menurut USDA, satu cangkir porsi buah melon mengandung kurang dari 1 mg vitamin B6, tiamin, riboflavin, niacin, dan asam pantotenat. Kesemua vitamin-vitamin tersebut adalah bagian dari kelompok vitamin yang kita kenal dengan sebutan vitamin Bkompleks, yaitu vitamin yang membantu tubuh menghasilkan energi dan menjaga sistem metabolisme.

Buah Melon Dalam Sistem Pencernaan

Jika sebelumnya saya pernah membahas tentang manfaat buah melon bagi organ pencernaan, maka kali ini saya ingin membahas lebih jauh lagi mengenai bagaimana buah melon dalam sistem pencernaan. Seperti diketahui, diantara semua varietas buah timun-timunan seperti semangka, labu, dan blewah, melon adalah yang mempunyai rasa paling manis. Hal ini karena melon memang tinggi akan kandungan gula padat alami, namun rendah protein, dan hampir tidak mengandung lemak sama sekali.

buah melon dalam sistem pencernaan

Karbohidrat Dalam Buah Melon

Sumber karbohidrat dalam buah melon berasal dari gula dan serat yang tanpa unsur pati, dimana dua pertiganya adalah fruktosa dan glukosa, yaitu monosakarida yang sudah cukup kecil dan dapat langsung diserap oleh tubuh tanpa melalui proses pencernaan. Sementara sisa sepertiganya adalah sukrosa yang memang perlu dicerna dulu sebelum diserap tubuh. Enzim sakrase akan memecah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa sebelum diserap tubuh. Lebih lanjut, 10% dari karbohidrat yang terdapat dalam buah melon adalah serat makanan. Serat ini tidak dapat dicerna oleh tubuh, namun memberikan manfaat kesehatan bagi organ pencernaan dan mencegah terjadinya sembelit.


Protein Dalam Buah Melon

Kandungan protein dalam melon hanya sedikit. Dari keseluruhan kalori yang terdapat dalam buah melon, protein hanya menyumbang sekitar 5% saja. Namun walaupun begitu, sistem pencernaan tubuh dapat mencerna makronutrien ini dan menyerap asam amino yang terkandung di dalamnya. Proses pencernaan protein dimulai ketika melon masuk ke lambung dan terkena asam lambung. Kemudian enzim pepsin akan memotong protein menjadi peptida yang lebih kecil. Ketika dalam perjalanan menuju usus halus, pankreas akan melepaskan enzim proteolitik yang akan menuntaskan proses pencernaan protein dan merubahnya menjadi asam amino. Ketika memasuki usus halus, sel-sel yang melapisinya kemudian akan menyerap asam amino tunggal ini.

Nutrisi Lain Dalam Buah Melon

Sebagian besar kandungan dalam buah melon adalah air alami. Air ini tidak akan mengalami proses pencernaan dan langsung melewati semua organ pencernaan hingga mencapai usus besar. Di dalam usus besar inilah kemudian sebagian besar air alami yang terkandung pada buah melon akan diserap. Nutrisi lainnya adalah kandungan vitamin C dan kalium yang cukup melimpah dalam buah melon.Vitamin C dan kalium ini juga sudah cukup kecil sehingga tidak melalui proses pencernaan, dan langsung dapat diserap oleh tubuh.

Kandungan Nutrisi Pada Buah Melon

Secara tekstur buah yang dipercaya berasal dari daratan Afrika dan Asia Barat ini mirip sekali dengan buah blewah. Namun buah melon mempunyai daging buah yang berwarna hijau pucat, tidak seperti blewah yang daging buahnya berwarna oranye. Dan bukan hanya itu saja perbedaannya, kandungan antioksidan dalam buah melon juga tidak sebanyak pada buah blewah. Namun walaupun begitu, buah melon menyediakan sejumlah besar vitamin dan mineral yang penting untuk tubuh. Beberapa kandungan nutrisi pada buah melon antara lain:

kandungan nutrisi pada buah melon

Kalori, Karbohidrat, dan Serat Pada Buah Melon

Berdasarkan data, satu porsi (sepotong) buah melon ukuran sedang memberikan sekitar 61 kalori. Dan hampir semua kalori tersebut berasal dari kandungan karbohidrat, yaitu 15,5 gr (termasuk di dalamnya 13,8 gr gula). Sedangkan untuk serat, satu potong buah ini menyumbang sekitar 1,4 gr atau setara dengan 5% dari kebutuhan harian yang disarankan. Seperti diketahui, serat larut dalam buah-buahan sangat baik untuk mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh.


Protein, Lemak, dan Mineral Pada Buah Melon

Lemak dan protein yang terkandung dalam satu potong buah melon tidak lebih dari 1 gr. Dimana protein yang terkandung dalam buah ini terdiri dari 18 macam asam amino yang berbeda, walaupun dalam kadar yang sangat kecil. Buah melon juga bebas dari kandungan kolesterol. Sedangkan untuk mineral, sepotong buah melon memberikan 388 mg kalium atau setara dengan 19% dari asupan harian yang disarankan. Kalium berfungsi untuk mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh, impul saraf, kontraksi otot, dan fungsi jantung. Sepotong buah ini juga memberikan sekitar 5% dari kebutuhan harian akan magnesium dan tembaga.

Vitamin Larut Air, Larut Lemak, dan Kandungan Antioksidan

Untuk vitamin larut air, seporsi buah melon memberikan 30,6 mg vitamin C atau setara dengan 41% (wanita) dan 34% (pria) dari kebutuhan harian yang disarankan. Vitamin C sangat penting untuk pembentukan kolagen, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan penyerapan zat besi. Seporsi buah melon juga menyumbang sekitar 5% dari kebutuhan harian akan tiamin, niasin, asam pantotenat, asam folat, dan vitamin B6 yang diperlukan untuk sistem metabolisme.

Untuk vitamin larut lemak, tidak terlalu banyak vitamin yang terdapat dalam buah melon. Satu potong buah melon ukuran sedang hanya mengandung vitamin A dan D dibawah 1%. Vitamin K yang terkandung dalam buah ini juga hanya 4,9 mcg atau setara dengan 5% (wanita) dan 4% (pria) dari kebutuhan harian yang disarankan. Sedangkan untuk antioksidan (lutein dan betakaroten), seperti pada penjelasan di awal tadi, hanya sedikit sekali kandungan antioksidan dalam buah melon.